Jasin Sangkal Kenal Nazaruddin dan Anas, Merasa Dilempar Telur Busuk
Jakarta - Wakil Ketua KPK M Jasin kecipratan abu panas setelah namanya disebut-sebut oleh Muhammad Nazaruddin. Penyebutan nama ini berdampak serius, dia harus menghadapi Komite Etik. Jasin membantah mengenal Anas Urbaningrum dan Nazaruddin, apalagi pernah bertemu keduanya.
"Saya sangat siap diperiksa oleh Komite Etik karena saya tidak kenal Anas Urbaningrum dan selama hidup saya belum pernah ketemu dengan Anas Urbaningrum," tutur Jasin dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu (27/7/2011).
Begitu juga dengan Nazaruddin, Jasin mengatakan, dia sama sekali tidak mengenal mantan Bendahara Umum Demokrat itu. Menurutnya, dia kini sedang dizalimi oleh pihak-pihak tertentu.
"Saya tidak pernah kenal dan tidak pernah ketemu sekalipun dalam hidup saya dengan Nazaruddin. Artinya saya sedang dilempar telur busuk lagi tanpa bukti, zalim," cetus pria yang sudah tidak mencalonkan diri lagi sebagai pimpinan KPK ini.
Dalam wawancara live dengan Metro TV pekan lalu, Nazaruddin pernah menyebut nama Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah dan Jasin serta Deputi Penindakan Ade Rahardja sebagai pihak yang merekayasa kasus suap wisma atlet.
Namun berbeda dengan Chandra dan Ade, tudingan untuk Jasin tidak pernah dijabarkan secara terperinci oleh Nazaruddin. Baik Chandra dan Ade juga sudah sudah membantah tudingan sang buronan.
KPK membentuk tim internal dan Komite Etik terkait tudingan Nazaruddin yang membuat kuping memerah. Komite ini dikhususkan untuk memeriksa pimpinan yang disebut-sebut oleh Nazaruddin: Chandra Hamzah dan M Jasin.
Komite Etik ini khusus untuk memeriksa ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan pimpinan KPK. Sedangkan unsur dari Komite Etik ini adalah meliputi tiga pimpinan lain, dua penasihat Zaid Zainal Abidin dan Abdullah Hehamahua, serta masyarakat.
Ahmad Muqowam: Kalau Obyektif Saya Menang
Jakarta - Kandidat ketua umum PPP Ahmad Muqowam merasa sudah optimal melakukan sosialisasi dan pendekatan untuk mendapat dukungan. Ia optimistis bisa mengalah Suryadharma Ali (SDA).
"Saya kira teman di tingkat wilayah dan cabang punya pemikiran kritis. Saya percaya mereka bisa obyektif. Oleh karena kalau mereka tidak obyektif saya kalah, kalau obyektif saya menang," kata Muqowam kepada detak.
Muqowam berjanji akan bekerja habis-habisan untuk PPP. Ia tidak akan melakukan rangkap jabatan dengan jabatan lain. "Saya berpikir ketua umum adalah pekerja nomor satu untuk PPP, harus full, day to day, jangan ditinggal-tinggal," kata Muqowam.
Berikut wawancara reporter detikcom, M Rizal, dengan Muqowam:
Bagaimana persiapan Anda menghadapi pencalonan ketua umum?
Ya, saya sudah optimal barangkali. Dari segi ikhtiar ada optimisme dengan membawa sebuah isu perubahan di tubuh PPP. Saya sudah hampir melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah dan cabang di seluruh provinsi. Saya apresiasi bahwa sosialisasi ini direspon positif oleh rekan-rekan di wilayah dan cabang, selain itu melakukan silaturahim.
Kedua, dari apa yang saya lakukan, saya mempunyai modalitas dan niatan untuk melakukan perubahan di dalam tatanan organisasi partai politik. Setelah saya mendapatkan pemikiran-pemikiran tambahan dan masukan, itu sangat bermanfaat bagi pengkayaan terhadap persoalan yang terjadi. Sehingga ada situasi yang menurut saya ini kondusif, saya tidak grogi dan berniat serta minta dukungan.
Saingan Anda termasuk berat, Suryadharma Ali kan incumbent dan juga dari kalangan pemerintah. Bagaimana tanggapan Anda?
Saya kira teman di tingkat wilayah dan cabang punya pemikiran kritis. Saya percaya mereka bisa obyektif. Oleh karena kalau mereka tidak obyektif saya kalah, kalau obyektif saya menang.
Apakah yakin dengan komitmen daerah mendukung Anda?
Saya belum berani katakan saya akan menang. Saya hanya menaruh kepercayaan kepada teman yang obyektif. Kepercayaan yang saya bangun itu modal saya untuk memodernisasi partai.
Gagasan ini sudah disosialisasikan ke daerah. Saat pertemuan dan menyampaikan gagasan saya itu, banyak yang menyambut dengan baik. Di daerah juga harus melakukan modernisasi. Keluhan daerah selama ini tidak optimalnya pembinaan, kaderisasi. Ini saja sudah memberikan ilham kepada saya untuk mengubah ini semua.
Kenapa mau maju jadi Ketua Umum?
Secara dinamis saya tahu persoalan di PPP dan saya harus mampu mengajukan diri dan saya harus mampu menjawab persoalan yang ada.
Bagaimana menghadapi kandidat lainnya?
Saya kira biarkan berjalan dengan mandiri, biarkan dinamika di lapangan yang berjalan.
Perubahan seperti apa yang Anda inginkan di tubuh PPP, apakah tetap akan melanjutkan program Suryadharma Ali yang belum selesai?
Saya kira begini. Pertama, secara normatif organisasional, apa yang baik haruslah dipertahankan. Tetapi kalau ada yang kurang baik itu yang mesti ditinggalkan, diperbaiki, dalam periode mendatang. Andai saya menjadi terpilih menjadi ketua umum, itu menjadi kerangka kerja yang bisa menjawab berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, agama dan negara. Sehingga perubahan-perubahan yang coba dilakukan itu adalah tidaklah melupakan kebijakan yang sudah dilakukan kemarin.
Kedua, dari kompilasi berbagai persoalan, nampaknya yang perlu dilakukan pembenahan adalah karakter dan strategi partai politik. Ini adalah salah satu strategi pembinaan yang harus dilakukan PPP. Secara organisasi ini penting, itu bisa diwujudkan bila pembinaan dan pengelolaan sebagai keberadaan partai kita.
Anda sendiri melihat PPP saat ini bagaimana saat kepemimpinan Suryadharma Ali, apa ada yang perlu dikritik?
Saya kira, seperti apa yang sudah dikatakan tadi bahwa saya juga mengkompilasi berbagai persoalan secara general, walaupun tidak secara detail saya lakukan. Tapi alangkah elegannya itu menjadi PR, manakala saya bisa menjadikan itu program saat saya menjadi ketua umum.
Ada prediksi partai Islam akan menurun pada 2014. Bagaimana tangapannya?
Jangan salahkan Islamnya, Islam adalah benar. Islam itu tinggi tidak ada yang lain. Siapapun dia dari manapun termasuk dari parpol Islam harus belajar dari kehidupan parpol Islam belajar dari dinamika masyarakat dan kegagagaln parpol Islam. Kuncinya barangkali mereka tidak sesuai tuntutan masyarakat.
�
Pada dasarnya begitu tampil ke publik, siapapun partainya Islam atau bukan, masyarakat melihat kalau partai bisa mengapresiasi, memberikan jawaban terhadap persoalan bangsa dan masyarakat, partai itu menjadi pilihan. Saya kira Islam atau bukan, tapi apakah pengurusnya mampu atau tidak mengimplementasikan sebuah tatanan keislaman. Contoh PPP dalam beberapa kejadian yang menarik di Papua misalnya masyarakat sangat tertarik masuk PPP, padahal masyarakatnya non muslim, ada yang mau jadi pengurus. Persoalnnya bukan Islam atau tidak, tapi karena mampu menjawab persoalan masyarakat.
Terkait usulan Partai Golkar tentang�parliamentary threshold sebesar 5 persen, apakah PPP berani?
Kalau saya jadi ketua umum saya berani. Begini, seorang ketua umum harus jelas dan dilandaskan aturan main organisasi, dalam melakukan promosi berdasarkan merit system. Saya berpikir kalau saya jadi ketum misalnya saya akan mempertahankan misalnnya 5,2 persen itu, kalau saya tidak bisa membawa atau mencapai itu silakan berikan sanksi kepada saya.
Tidak hanya itu saya kira, kalau itu tidak tercapai, maka ketua umum dilarang untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden atau menteri. Saya ditugaskan partai, maka saya tidak akan diberi wewenang diberikan jabatan publik. Karena waktu sebagai ketua umum dan pejabat itu jadi problem sendiri. Ini gampang dengan pemikiran tapi susah dengan komitmen.
Saya berpikir ketua umum adalah pekerja nomor satu untuk PPP, harus full day to day, jangan ditinggal-tinggal. Parpol sangat tergantung pemimpinnya atau leadership. Ini demi integritas partai agar partai saja, jadi fokus. Kalau fokus, regenerasi akan mengalir dan tidak putus ketika pemimpinnya masuk kabinet.

